Pondok Legend

Pondok Legend
Tuan, Ijinkan Aku Membeli Surga
TUAN, IZINKAN AKU MEMBELI SURGA DENGAN SEMEN DAN AIR MATA Sebuah Munajat dari Santri Legend. Dengan Suluh Tuan Guru Sayyidi Syekh Moh Sazli Harahap Oleh : Salman
Tim Yayasan18 Juni 2026
TUAN, IZINKAN AKU MEMBELI SURGA DENGAN SEMEN DAN AIR MATA
Sebuah Munajat dari Santri Legend.
Dengan Suluh Tuan Guru Sayyidi Syekh Moh Sazli Harahap
Oleh : Salman Rudy
Tuan...
Malam ini debu masih melekat di jidatku.
Keringat belum sempat kering di punggungku.
Tangan ini melepuh, bukan karena memegang emas,
Tapi karena memeluk cangkul yang kini jadi sajadah.
Aku datang bukan sebagai peminta.
Aku datang sebagai pembeli.
Bukan membeli dunia yang fana,
Tapi membeli sebidang tempat di halaman-Mu.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Wahai orang beriman, maukah Aku tunjukkan perdagangan yang menyelamatkanmu dari azab yang pedih?” [QS. As-Saff: 10]
Maka inilah daganganku, Ya Rabb.
Satu sak semen kubayar dengan rindu.
Satu ret tanah kuratakan dengan tawakal.
Satu tetes peluh kujadikan saksi.
Tuan...
Orang-orang takut miskin karena sedekah.
Sedang aku takut kaya tanpa sedekah.
Sebab Tuan Guru berbisik di telingaku:
“Nak, yang tidak memberi akan diambil. Yang memberi akan ditambah.”
Maka kubuka dompetku diam-diam.
Bukan karena ia tebal,
Tapi karena aku malu pada-Mu jika ia tertutup.
Bukankah Engkau telah berfirman:
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
“Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”[QS. Saba: 39]
Maka gantilah, Ya Rabb. Bukan dengan rupiah,
Tapi dengan ridha-Mu yang tak terbeli.
Aku tidak mewarisi harta, Tuan.
Tapi izinkan aku mewariskan jalan.
Boulevard 8 meter ini, biarlah ia menjadi saksi.
Setiap santri melangkah, setiap lansia bertongkat,
Setiap tamu ziarah yang tapaknya menyentuh tanah ini,
Catatlah sebagai tasbihku yang tak putus,
Walau jasadku telah menyatu dengan tanah ini.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِن ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ..
“Jika manusia mati, terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah...” [HR. Muslim]
Maka inilah sedekahku, Tuan.
Bukan uang, tapi jalan.
Bukan emas, tapi kemudahan.
Biar ia mengalir, seperti air mata ibuku yang mendoakanku di sepertiga malam.
Tuan...
Aku ikhlas jadi tanah,
Asal di atasku berdiri rumah untuk Kalam-Mu.
Aku rela jadi debu,
Asal debu itu diterbangkan angin ke majelis zikir-Mu.
Aku terima jadi batu pijakan,
Asal batu itu mengantarkan satu anak manusia ke pangkuan-Mu.
Badanku di proyek, tapi ruhku di Raudhah.
Tanganku angkat batu dan pasir, tapi hatiku memegang Laa ilaha illallah.
Inilah ubudiyah yang diajarkan Tuan Guru:
Kerja adalah zikir. Zikir adalah kerja.
There Are No Days Off In Dedication.
Maka jika nanti Malaikat Maut menjemputku,
Matikan aku dalam keadaan tanganku memegang tasbih,
Jangan dalam keadaan tanganku menggenggam harta.
Sebab aku ingin menghadap-Mu sebagai prajurit,
Bukan sebagai saudagar yang kikir.
Dan jika di Padang Mahsyar Engkau bertanya:
“Wahai hamba-Ku, untuk-Ku kau buat apa?”
Biarlah Boulevard di Legend ini yang menjawab.
Biarlah dinding pondok ini yang bersaksi.
Biarlah air mata Tuan Guru yang menjadi pembelaku.
Sebab aku sudah mati sebelum mati.
Matilah rasa memiliki dunia.
Hiduplah rasa memiliki-Mu.
Maka Tuan, izinkanlah...
Izinkan aku membeli surga,
Bukan dengan dinar,
Tapi dengan semen, batu, pasir dan air mata. (*)
Baca Juga
Pondok LegendPUNCAK LEGEND GELAR DUA FORUM ILMIAH, BAHAS METAFISIKA AL-QUR’AN DAN PENGOBATAN
PUNCAK LEGEND GELAR DUA FORUM ILMIAH, BAHAS METAFISIKA AL-QUR’AN DAN PENGOBATAN Oleh: Salman Rudy...
18 Oktober 2026
Pondok LegendKURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91
KURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91 Oleh:...
17 Oktober 2026
Pondok LegendPUNCAK LEGEND: JEJAK TAHUNAN MENJAGA SILATURAHMI DAN CAHAYA SILSILAH
PUNCAK LEGEND: JEJAK TAHUNAN MENJAGA SILATURAHMI DAN CAHAYA SILSILAH Oleh: Salman Rudy...
17 Oktober 2026
