Pondok Legend
KURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91 - Foto 1
Pondok Legend

KURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91

KURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91 Oleh: Salman Rudy PONDOKLEGEND.COM - Ruh Puncak Legend tidak ditemukan

Tim Yayasan17 Oktober 2026
KURANGI MAKAN, KURANGI TIDUR, PERBANYAK DZIKIR: WASIAT PAGI DI HARI KE-8 SULUK SILSILAH KE-91

Oleh: Salman Rudy

PONDOKLEGEND.COM - Ruh Puncak Legend tidak ditemukan di megahnya bangunan, melainkan di sunyinya piring.

Pagi itu, di hari ke-8 Suluk Hari Silsilah ke-91, saat embun masih menggantung di Puncak Gunung Legend dan aroma nasi masih mengepul, Tuan Guru Sayyidi Syaikh Mohammad Sazli tidak memulai dengan ceramah panjang. Beliau memulai dengan nasihat pendek yang menghujam di tengah acara makan pagi, kurangi makan, jangan banyak tidur, perbanyak dzikir.

Kalimat yang sederhana. Namun bagi santri Pondok Pesantren Lansia, Rehabilitasi Manusia dan Alam Rahmatan Lil Alamin, itu adalah kurikulum. Itu adalah ruh Puncak Legend itu sendiri.

Laku Suluk adalah Laku Mengosongkan

Di Puncak Legend kami diajarkan bahwa manusia tidak sakit karena kurang makan, tapi sering sakit karena kebanyakan makan. Alam tidak rusak karena kurang diambil, tapi karena kebanyakan diambil.

Suluk mengajarkan seni mengosongkan, mengosongkan perut agar hati terisi, mengosongkan mata dari tidur agar ruh terjaga.

Ketika perut kenyang, mata menjadi berat. Ketika mata berat, hati menjadi lalai. Ketika hati lalai, hilanglah sumber rehabilitasi manusia yang paling utama.

Inilah mengapa wasiat Tuan Guru pagi itu bukan sekadar anjuran kesehatan, melainkan jalan untuk kembali.

Dalilnya, Mengapa Harus Memperbanyak Dzikir

Al-Qur'an dan Hadis tidak pernah memerintahkan kita sedikit berdzikir. Perintahnya selalu dengan kata katsiran, yang banyak, yang melimpah.

1. Perintah Al-Qur'an untuk Berdzikir Sebanyak-banyaknya

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
QS. Al-Ahzab ayat 41-42

Ini adalah satu-satunya ibadah yang Allah perintahkan dengan kata banyak. Salat ada waktunya, puasa ada bulannya, zakat ada hisabnya, tapi dzikir perintahnya adalah sebanyak-banyaknya.

Karena hanya dengan dzikir hati menemukan rumahnya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
QS. Ar-Ra'd ayat 28

Di Puncak Legend, ketenteraman itu yang direhabilitasi. Banyak santri lansia datang dengan gelisah, pulang dengan tenteram, karena diajari kembali berdzikir.

2. Penegasan dari Hadis Rasulullah SAW

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat dalam tentang urgensi dzikir:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati.
HR. Bukhari

Tanpa dzikir, manusia di Puncak Legend hanyalah jasad yang berjalan. Dengan dzikir, ia hidup.

Dan Rasulullah juga memuliakan para pemburu dzikir:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

Telah mendahului al-Mufarridun. Para sahabat bertanya, siapakah al-Mufarridun wahai Rasulullah? Beliau menjawab, laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah.
HR. Muslim

Al-Mufarridun adalah mereka yang menyendiri dari keramaian dunia untuk meramaikan akhiratnya dengan dzikir. Bukankah itulah hakikat suluk.

Dietnya Ruh

Maka pagi itu, nasi di piring kami tidak hanya menjadi sarapan jasad, tapi menjadi pelajaran ruh.

Kurangi makan agar tidak buta hati. Kurangi tidur agar tidak mati sebelum mati. Perbanyak dzikir agar kita tetap hidup, bahkan ketika kelak jasad telah kembali ke tanah. 

Itulah wasiat hari ke-8. Sebuah diet sebenarnya yang hanya diajarkan di madrasah suluk puncak Legend. (*)
Kembali