Pondok Legend
SULUK DI PUNCAK LEGEND - Foto 1
Pondok Legend

SULUK DI PUNCAK LEGEND

SULUK DI PUNCAK LEGEND oleh : Salman Rudy PONDOKLEGEND.COM - Di tempat yang tenang dan jauh dari bising dunia ini, kami sedang belajar "pulang". Pulang meninggalkan hir

Tim Yayasan8 Juli 2026


SULUK DI PUNCAK LEGEND

oleh : Salman Rudy

PONDOKLEGEND.COM - Di tempat yang tenang dan jauh dari bising dunia ini, kami sedang belajar "pulang". Pulang meninggalkan hiruk pikuk, pulang menata qalb, pulang mendekat kepada Allah ﷻ.

Tujuan kami suluk di sini bukan untuk mencari pemandangan. Tujuan kami hanya satu: suluk adalah jalan penting untuk mendekatkan diri kepada Allah_. Tanpa suluk, qalb akan terus tertutup debu dunia dan sulit merasakan hadirat-Nya.

Para 'Arifin Billah mengajarkan, di dalam diri kita ada 7 Lathaif. Tujuh pintu inilah yang kami sirami siang dan malam dengan kalimat "Allah... Allah... Allah...", agar karatnya rontok dan cahayanya hidup kembali.  
Sebagaimana firman Allah:  
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."[QS. Ar-Ra'd: 28]

Selama suluk berlangsung, hidup kami sederhana. Kami menjaga wudhu' dari bangun sampai tidur lagi, karena orang yang suci dicintai Allah.  
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ  
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."[QS. Al-Baqarah: 222]

Dan ingatlah ! : Karena Yang Kita Tuju Adalah Allah Yang Maha Suci, Maka Kita Harus Suci.
Jika masih ada kotoran dosa dan penyakit hati, maka bersihkan dengan taubat, sucikan dengan suluk.

Shalat lima waktu kami tegakkan berjama'ah. Makan pun kami lakukan berjama'ah, yang dimasak dengan penuh berkah oleh para petugas dapur. Mereka menjaga wudhu' dan Qolbunya tak pernah lepas dari dzikir.

Selama 10 hari ini kami berlatih fana' dari dunia. HP kami matikan, pekerjaan kami tinggalkan, urusan keluarga dan bisnis kami pasrahkan. Kami hanya ingin satu: fokus mengingat Allah, shalat, dzikir kepada-Nya, dan mencari ridha-Nya semata.
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
"Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir."[HR. Muslim No. 2956]

Suluk adalah sekolahnya para Nabi dan para Wali, dan ia sangat penting bagi siapa pun yang ingin sampai kepada Allah.
Di sekolah ini kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh penuntun. Kami butuh Guru Mursyid Kamil Mukammil yang membimbing, yang menjaga adab kami, dan yang menunjukkan jalan menuju Allah.

Karena Allah sendiri telah memerintahkan dalam firman-Nya:  
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu beruntung."[QS. Al-Maidah: 35]

Ayat ini menjadi dasar kami bersuluk. "Wasilah" itu adalah guru, dzikir, dan amal yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Bahkan Baginda Nabi Muhammad ﷺ ketika Mi'raj menghadap Allah, beliau tetap diantar oleh Malaikat Jibril 'alaihis salam. Jika beliau saja butuh pengantar, maka kita yang lemah ini jauh lebih butuh bimbingan guru untuk sampai. (*)
Kembali