Artikel
SURAT TERBUKA DARI SANTRI UNTUK GURU DI PUNCAK LEGEND - Foto 1
Artikel

SURAT TERBUKA DARI SANTRI UNTUK GURU DI PUNCAK LEGEND

SURAT TERBUKA DARI SANTRI UNTUK GURU DI PUNCAK LEGEND Assalamu’alaikum Guru... Sembah sungkem kami diharibaanmu Guru.... Maafkan kami Guru... Kam

Tim Yayasan9 Juli 2026

SURAT TERBUKA DARI SANTRI UNTUK GURU DI PUNCAK LEGEND

Assalamu’alaikum Guru...

Sembah sungkem kami diharibaanmu Guru....

Maafkan kami Guru...  
Kami datang ke Puncak Legend dengan membawa hati yang kotor.  
Dengan membawa dosa yang menumpuk.  
Dengan membawa ego yang tinggi.

Tapi Guru tidak pernah mengusir.  
Guru hanya menatap, tersenyum, lalu berkata:  
"Ayo wudhu. Kita shalat lisyukril wudhu', sholat sunat taubat, sholat sunat hajat, sholat fardhu dan dzikir "

Di Puncak Legend Selobanteng inilah kami pertama kali merasakan  
dinginnya air wudhu jam 3 pagi...  
padahal biasanya kami susah bangun Subuh.  
Di sinilah kami pertama kali merasakan  
pedihnya menahan lapar...  
padahal biasanya kami mengeluh telat makan 5 menit.

Guru... 
Kami melihat dengan mata kepala sendiri  
bagaimana Guru dzikir paling lama diantara kami.  
Bagaimana Guru yang duluan bangun, dan paling akhir tidur.  
Bagaimana Guru membagi nasi dengan porsi paling sedikit,  
tapi doa paling banyak untuk kami.

Puncak Legend menancap di dada kami Guru...  
karena di setiap batu, di setiap kabut, di setiap sudut surau 
ada keringat Guru.  
Ada air mata Guru.  
Ada doa Guru untuk kami yang nakal ini.

Tanpamu, kami mungkin masih tersesat Guru.  
Tanpamu, kami mungkin masih mengira "hidup" itu hanya kerja dan uang.  
Tapi Engkau tarik tangan kami.  
Engkau tuntun kami ke tempat ini.  
Engkau ajarkan kami bahwa hidup itu untuk Allah.

DOA KAMI UNTUKMU GURU

Maka malam ini di bawah langit Puncak Legend,  
kami menengadahkan tangan bersama-sama:

اللَّهُمَّ احْفَظْ مُعَلِّمَنَا وَبَارِكْ فِي عُمْرِهِ  
"Ya Allah, jagalah guru kami dan berkahilah umurnya"

Panjangkanlah usia guru kami ya Allah  
Agar senantiasa lebih lama lagi menuntun kami...  
Agar senantiasa lebih lama lagi membimbing kami...  
Di jalan-Mu yang lurus ini ya Allah.

Jalan yang Guru tunjukkan saat kami duduk melingkar tawajjuh di tengah keheningan.  
Jalan yang Guru basahi dengan air mata dzikirullah.  
Jalan yang Guru penuhi dengan nasihat yang selalu terngiang di telinga kami.

Berikan Guru kesehatan...  
Agar lisan Guru tetap lantang mengajarkan Al-Qur'an.  
Berikan Guru kekuatan...  
Agar kaki Guru tetap kuat mengajak kami ke majelis ilmu.  
 
Jika nama kami disebut orang...  
Izinkan itu menjadi saksi bahwa kami adalah santri Puncak Legend, santri didikanmu.. wahai Tuan Guru. 

Dari kami, Santri Puncak Legend yang rindu dan mencintaimu karena Allah.
Kembali