Artikel

Artikel
Akhir Sebuah Pencarian
AKHIR SEBUAH PENCARIAN: KUTEMUKAN CAHAYA ITU PADA WAJAH GURUKU Ketika Hati Bertemu Wasilah di Majelis Tuan Guru Sayyidi Syaikh Moh. Sazli Harahap oleh: S
Tim Yayasan24 Juni 2026
AKHIR SEBUAH PENCARIAN: KUTEMUKAN CAHAYA ITU PADA WAJAH GURUKU
Ketika Hati Bertemu Wasilah di Majelis Tuan Guru Sayyidi Syaikh Moh. Sazli Harahap
oleh: Salman Rudy
PONDOKLEGEND.COM - Kutelusuri belantara dunia;
Kudaki gunung- legend,
Menyusuri kabut pertanyaan,
Menyeberangi sungai keraguan.
Lelah kaki menapak usia,
Kering kerongkongan dahaga makna,
Hingga takdir menuntun langkahku ke Situbondo
ke sebuah taman yang disebut Tawajjuh.
Di sana, kini telah kutemui.
Telah kudapati lentera itu:
Pembawa wasilah Nabi,
Ulama pewaris Nabi,
Cahaya dari Nur Ilahi yang Maha Tinggi.
Beliau bukan sekadar guru;
Beliau adalah jembatan.
Jembatan yang menyambung hatiku yang retak
kepada Rasulullah, sang pembawa rahmat.
Tatapnya teduh, seperti telaga yang tak pernah keruh;
Senyumnya sejuk, seperti embun di ujung malam;
Tutur katanya pelan, namun setiap hurufnya mengetuk pintu langit.
Tuan Guru Sayyidi Syaikh Moh. Sazli Harahap
Namanya disebut, hatiku tunduk.
Sebab pada sorot matanya ada sanad;
Sebab pada dzikirnya ada madad;
Sebab pada diamnya ada sirr yang tak bisa dibeli dunia.
Beliau tak menawarkan mahkota,
Tak menjanjikan istana,
Hanya menuntun jariku memutar tasbih, membaca satu Nama: Allah… Allah… Allah…
Hanya mengajarkan dadaku berdegup dengan satu rindu: Allah.
Katanya, “Wasilah itu tali. Peganglah erat-erat, niscaya kau tak akan tersesat.”
Katanya, "Ulama itu pelita. Dekatlah, niscaya gelapmu sirna.”
Maka kulihat diriku kini:
Tak lagi pengembara tanpa arah,
Tak lagi pendaki tanpa puncak.
Karena puncak itu bukan batu dan salju;
Puncak itu adalah sujud di kaki guru,
yang kakinya berpijak teguh di jalan Nabi ﷺ.
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
_“Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui.”_ [QS. An-Nahl: 43]
Dan sungguh, telah kutemukan ahli dzikir itu.
Telah kutemukan pewaris itu.
Telah kuminum telaga ilmunya,
dan dahagaku berubah menjadi rindu.
Wahai Tuan Guru,
Jika benar engkau adalah wasilah,
Maka gandenglah tanganku ini;
Biar tak lepas hingga ke Telaga Kautsar,
Biar tak putus hingga di bawah panji Muhammad ﷺ.
Karena aku sadar:
Perjalanan terberat bukanlah mendaki gunung,
melainkan mendaki menuju Allah,
tanpa pembimbing yang hatinya telah sampai.
Dan kini, alhamdulillah…
Belantara telah kulewati,
Gunung telah kudaki,
Karena telah kutemui engkau
Cahaya dari Cahaya,
Wasilah menuju Cinta-Nya.
Allah… Allah… Allah…
Bimbing aku, ya Sayyidi sampai ke hadiratNya.(*)
Baca Juga
ArtikelBELAJAR BERHENTI MENCARI VALIDASI ORANG LAIN
BELAJAR BERHENTI MENCARI VALIDASI ORANG LAIN Oleh: Salman Rudy PONDOKLEGEND.COM — Pernahkah kita...
31 Oktober 2026
ArtikelBAHASA BISA SETINGGI LANGIT, AKHLAK TETAP DIUJI DI BUMI
BAHASA BISA SETINGGI LANGIT, AKHLAK TETAP DIUJI DI BUMI Oleh: Salman Rudy PONDOKLEGEND.COM — Kadang...
28 Oktober 2026
ArtikelSANTRI LEGEND DAN JIHAD HARTA
SANTRI LEGEND DAN JIHAD HARTA Ketika Dzikir Harus Berwujud Pengabdian Oleh: Salman Rudy...
27 Oktober 2026
